RSS

THE DAY THE EARTH STOOD STILL (2008)

13 Mar

Genre : Drama Sci-fi

Directed by : Scott Derrickson
Produced by : Erwin Stoff, Paul Harris Boardman
Starring : Keanu Reeves, Jennifer Connelly, Jaden Smith, John Cleese, Kathy Bates
Written by : David Scarpa (screenplay), Harry Bates (story)
Music by : Tyler Bates
Cinematography : David Tattersall
Edited by : Wayne Wahrmann
Running time : 103 minutes
Budget : US$ 80 millions
Rated : PG-13 (for some sci-fi disaster images and violence)
Distributed by : 20TH CENTURY FOX, ALLIANCE FILMS

Hollywood membuat remake lagi. Kali ini yang dibuat ulang adalah The Day The Earth Stood Still yang diproduksi tahun 1951. Disutradarai oleh Robert Wise. Klaatu diperankan oleh Michael Rennie. Dan robot Gort diperankan oleh Lock Martin yang berkostum robot. Yang menjadi isu cerita adalah Perang Nuklir. Dalam versi terbarunya ini, yang menjadi isu permasalahan adalah pemanasan global dan berbagai ulah manusia dalam menghancurkan baik diri sendiri maupun lingkungannya. Saya belum menonton versi orisinilnya maka saya memberikan review ini terlepas dari film aslinya.

Film drama sci-fi ini bisa dikatakan serba tanggung. Dari segi ketegangan, adegan aksinya pun tidak terlalu luar biasa, motivasinya terlalu dipaksakan untuk masuk ke alur cerita walaupun sebenarnya ide cerita sangat menarik.

Sebelum ini Scott Derrickson pernah menggarap film horor cerdas yang berjudul The Exorcism of Emily Rose. Saya terpana dengan film horor tersebut. Scott berhasil menyatukan unsur logika dan religius dalam satu film dengan sangat menarik. Namun disini, Scott seperti kehilangan kepiawaiannya Adegan awal masih bisa dikatakan cukup mendebarkan meskipun Scott langsung ke inti cerita. Padahal momen ini bisa digunakan untuk meningkatkan ritme film. Penampilan robot raksasa Gort di awal keluarnya cukup meyakinkan. Namun sayangnya tidak banyak adegan aksi yang dilakukan Gort selain berubah menjadi serangga-serangga kecil yang bisa memakan semua benda termasuk lapangan football.

Keanu tidak beradegan aksi seperti dalam Speed dan Matrix trilogy. Disini dia memakai jas seperti dalam Johnny Mnemonic namun dengan penampilan lebih baik. Melihat bobot cerita seharusnya penampilan Keanu Reeves sebagai Klaatu bisa disejajarkan dengan Constantine. Namun sayangnya dilihat dari berbagai aspek film, Klaatu hanyalah sekadar alien yang bisa mengendalikan alat elektronik. Seperti ketika dia berbalik menginterogasi si operator poligraph. Sebuah adegan yang cukup lucu menurut saya.
Jennifer Connelly bermain cukup meyakinkan sebagai astrobiologis, Dr. Helen Benson. Tapi akting Connely seakan-akan terlihat biasa di film yang ‘biasa’ ini.

Jaden Smith bermain ‘menyebalkan’ sebagai anak tiri Helen. Tapi yang lebih menyebalkan buat saya, anak ini memiliki wajah manis yang tidak bisa berakting menyebalkan. Ditambah adegan harunya pun tidak membuat saya terbawa suasana.

Selain itu aktris Kathy Bates yang berperan sebagai Menhankam Regina Jackson, yang tugasnya alih-alih mengatur pertahanan, beliau malahan ‘membantu’ penonton dalam menyimpulkan apa yang sedang terjadi dengan kedatangan Klaatu. Maaf sekali, tapi Bates tidak sesuai memerankan seorang menteri pertahanan. Satu lagi yang mungkin tidak terperhatikan adalah Robert Knepper (salah satu pemain Prison Break) bermain tidak menyolok sebagai kolonel tentara pemimpin penyerangan terhadap Gort atau ribuan serangga. Juga ada Kyle Chandler (pemeran Gary dalam serial Early Edition) sebagai John Driscoll.

Sebenarnya banyak adegan yang menarik. Cuma porsinya tidak banyak sehingga mungkin tidak terperhatikan. Atau karena penonton mengharapkan adegan aksi spektakuler yang berbalut spesial efek canggih. Bukankah kebanyakan penonton awam berharap hal seperti itu dari sebuah film sci-fi. Walaupun film sci-fi yang bagus tidak selalu membutuhkan spesial efek canggih.

Salah satu adegan yang menarik, menurut saya adalah adegan di McDonald, bukan adegan dalam bahasa mandarin, tapi adegan dalam bahasa Inggris yang harusnya cukup memiliki makna yang signifikan. Juga adegan percakapan menarik antara Klaatu dengan Profesor Barnhardt (diperankan oleh John Cleese). Harusnya percakapan ini menjadi salah satu motivasi Klaatu dalam mencegah penghancuran manusia di bumi. Juga ketika Klaatu menanyakan tentang siapa pemimpin dunia. Bukankah ini sebuah sindiran yang tepat. Namun sayang sekali adegan-adegan bagus ini tercampur dengan adegan-adegan tanggung yang membuat nilai film dengan ide yang sangat pas untuk jaman sekarang menjadi berkurang. Sebenarnya penonton seharusnya diberi sedikit latar belakang kenapa bumi harus dihancurkan oleh Klaatu. Jika hal ini dilakukan maka penonton akan lebih ikut terlibat dan mungkin merasa ‘ikut bersalah’ terhadap bumi. Sayangnya hanya sedikit diperlihatkan ‘kejelekan’ manusia yang terekam oleh Klaatu lewat adegan di stasiun. Ditambah adegan pengungsian yang hanya terekam lewat televisi. Meskipun sebenarnya memang ‘masalah’ bumi sudah menjadi pengetahuan umum.

Dan sayang ending film pun dibuat tidak maksimal. Malih rupa robot Gort menjadi serangga-serangga kecil bisa memiliki dua arti. Serangga-serangga itu bergerak seperti wabah yang menyerang seluruh kota (seharusnya ditambah iringan musik yang menunjang). Adegan ini bisa membangkitkan rasa ngeri penonton. Namun juga hal ini membuat robot Gort yang berpenampilan ‘polos’ yang tampil menggetarkan di awal film, hanya sekedar bintang tamu.

Mungkin banyak persepsi yang salah diterima oleh penonton. Contohnya, judul The Day The Earth Stood Still itu bukan berarti Hari dimana Bumi masih bertahan tapi berarti hari dimana bumi berhenti ‘berputar’. Divisualisasikan dengan sekejap tanpa memiliki arti. Padahal ini momen utama dari film. Lalu ketika Regina menyimpulkan bahwa bola-bola energi itu adalah ark dan mengatakan bahwa yang timbul setelah the ark is the flood. Maksud Regina adalah bukan banjir tapi bencana yang akan menghancurkan bumi. Dan banyak yang mengatakan bahwa “Klaatu Barada Nikto” tidak diucapkan dalam film remake ini. Koreksi saya jika salah. Saya mendengarnya sesaat di awal film ketika Dr. Helen Benson terciprat darah karena Klaatu ditembak dan Gort hendak menyerang balik. Terdengarlah “Klaatu Barada Nikto” walaupun tidak terlalu jelas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2009 in informasi film terbaru

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: